Author Archive

Bizarre Love Triangle

Ini adalah kisah tentang istri yang ditukar…

 

Pada suatu ketika, tersebutlah cerita tentang suami istri yang tinggal di suatu kota metropolitan. Sebut saja mereka tinggal di Jekardah.

Sang suami sebenarnya terpaksa menikah dengan istrinya, dia hanya ingin menyenangkan hati ayah ibunya karena sudah 50 tahun ia menjomblo, namun belum ada yang mau dengannya, lagian, bapak ibunya berpesan sebelum meninggal, “Nak, jangan mau jadi jomblo seumur hidup, ibu gak tahan lagi digosipin di dunia. Apalagi di akherat.”, kata ibunya.

 

Pada suatu hari, sepasang suami istri tersebut pergi ke warteg a.k.a warung tega(l). Sudah 3 tahun mereka menikah, sang suami tetap tidak bisa jatuh cinta kepada istrinya, sampai suatu saat semuanya berubah…

Ketika sang suami melihat sebuah sosok di warteg itu…

Dia imut, putih, langsing, mulus, mempesona, kepalanya besar, menunjukkan intelejensia tak terhingga. Tertutup dengan topi hijau, dia sangat sempurna.

Tak ayal lagi, sang suami langsung jatuh cinta pada sosok tersebut. Ia pun rela menukar istrinya dengan sosok itu. Ya… sang suami rela menukar istrinya dengan sebatang tauge…

 

Setelah tauge dan sang lelaki bertemu, dunia pun berubah. Sang suami terus menerus memandangi tauge. Ia tidak peduli dengan istrinya lagi, yang sekarang meringkuk di baskom sayur tempat tauge biasa nongkrong sepanjang hari menunggu pelanggan.

 

Pada suatu hari, tetangga si suami itu, pergi ke warteg. Ia terkejut setelah tahu, bahwa ada suami yang tega menukar istrinya dengan sebatang tauge putih. Dengan berat hati, si tetangga itu pun membeli sang istri dengan harga Rp 2000 sebungkus. Lalu ia pergi ke rumah suami istri tersebut. Tujuannya adalah untuk mengantar sang istri kepada pelukan suaminya.

 

Kehidupan sang suami sekarang mulai berubah. Ia sering senyum- senyum di depan tauge. Ia menciumi tauge, walaupun baunya sudah seperti sayuran basi. Ketika itu, tetangganya mengetuk pintu. Sang suami dengan malas membuka pintu, ia merasa kesenangannya terganggu.

 

“Permisi Pak, saya membawakan bungkusan untuk bapak.”, kata tetangganya.

“Apa ini? Pakai repot- repot segala”, ucapnya basa- basi.

“Ini istri bapak pak…Is….triiii…ba….paaakkk…”, kata tetangganya dengan slow motion.

“Oh, kan udah saya tuker pake tauge, Bu.”

“Apa?” (zoom in…zoom out)

“Bisa ibu jual lagi, atau ibu jadikan orak arik…”

Lalu sang suami beralih pandang ke bungkusan yang berisi istrinya…

“Kamu saya talak satu”

“Kamu saya talak dua”

“Kamu saya talak tiga”

“Selesai”

 

Sang suami kembali lagi asyik masyuk dengan taugenya.

 

“Tunggu, kenapa bapak tega melakukan ini? Anda membuang istri Anda sendiri???”

, kata tetangganya.

 

 

Hening…

 

“Daripada bapak buang istri bapak, lebih baik saya jadikan isi tahu jeletot saja.

.. Boleh??”

 

 

Sang istri bengong…

 

 

 

-Fin-

Lubang Air Mata dan Korelasi Terhadap Ayah

Aku tahu, aku terlahir setelah 31 tahun kau bernafas, setelah hampir 10 bulan kau menunggu. Mungkin terlalu jauh umur kita, kau pikir. Aku memang tak pernah mengerti apa yang kau pikirkan dan jalan pikiranmu. Memang kita tak pernah jadi sahabat, Pak. Sebagaimana aku mencoba. Dari sapaan sederhana, kelitikan, tertawaan, sampai dengan pembahasan ikatan karbon, kimia industri, obat- obatan tradisional, dan filosofi kitab suci. Kadang aku tak mau pulang, hanya dengan memikirkan, semakin lama aku di rumah, semakin kita sering beradu mulut, atau berakhir dengan tangisan diam- diamku ketika aku terlalu kesal dan tak bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku, di otakku.

Memang, aku terlahir tak sempurna. Semua orang seperti itu, Pak. Aku bayi istimewa, terlahir tanpa lubang air mata. Setelah keluar dari rahim ibu, aku hanya berteriak, tanpa menangis. Aku jadi bertanya- tanya, apakah kau bersedih, apakah curiga, panik, atau biasa saja. Tahu- tahu, aku sudah mendapatkan lubang air mata baru. Ketika kini aku menangis, aku tersadar, lubang air mata berperan begitu besar. Seringkali aku menyesali, mengapa kau harus membuatkanku lubang air mata. Karena lubang artifisial itu, air mataku sering terkuras. Habis. Apalagi ketika kau tak pernah mau peduli, bagaimana kerasnya duniaku.

Kau ayah, kau bertitah, kau menunjuk, kau memerintah. Aku anak, aku menurut, aku menunduk. Apakah aku boleh menolak, saat kau memintaku masuk jurusan kedokteran? Itu ambisimu, Pak. Kau ingin menjadi seorang dokter. Aku tidak. Apakah kau mendengarkan aku ketika aku ingin mengatakan bahwa SPMB waktu itu salah tempat? Kau tuduh aku tak siap, tak pandai mengatur diri. Bukan salahku, Pak. Salah mereka, yang tak becus mengatur jadwal. Dua ribu anak lainnya terlantar, termasuk aku. Kau berkata, “Kamu mencoba mengajari aku?”. Aku menangis, sedih, karena kau tak pernah mau peduli. Hatimu tak bertelinga, pikiranmu terlalu dangkal. Aku anakmu. Dan kau tidak mendengarkanku. Tak sadarkah, kau waktu itu mulai menebarkan benih benci di diri anakmu.

Aku setidaknya ingin kau mendengar apa yang bisa kau dengar. Aku perempuan, Pak. Aku berpikir menggunakan hati. Bertindak dengan sedikit rasio, dan menggunakan perasaan untuk berbicara. Sedang kau tak pernah mengerti. “Cuma begitu aja nangis!”, serumu. Apakah aku harus menjadi seorang anak laki- laki sehingga aku bisa mengerti inginmu. Padahal aku sangka ikatan fusi begitu erat diantara kita. Aku terlalu banyak mewarisi sifatmu. Aku terus melatih diri agar tak sakit hati saat kau berbicara. Tapi kau anggap aku tak mendengarkanmu.

Terlalu banyak asumsi- asumsi berkecamuk di pikiranku. Berkelahi sendiri seperti suporter sepakbola yang melihat kesebelasannya kalah di lapangan hijau. Tolong beritahu aku, Pak. Dengan hati. Apa yang kau maksudkan ketika kau bertindak dan berucap. Ketika aku selesai menuliskan ini, aku akan mendidik diri, untuk mengungkapkan bahwa aku sayang Bapak. Dan aku tak akan berhenti berharap bahwa kau akan berkata, “Anakku, aku mencintaimu.”

Euforia Lebaran 2011

Liburan lebaran 2011, yak! Dapet seminggu libur… Yay! Saya dan keluarga berencana untuk jalan- jalan ke Malang sambil mampir di sana sini. Reportnya, nanti deh, habis postingan ini. Minimal saya punya waktu buat menyusun kata- kata bagus :D

 

See ya!

Category: Et Cetera  Tags:  Leave a Comment

Harapanku, Mak…

Katanya aku dewasa sekarang,
namun kubilang kepada Mak,
“Mak,masukkan lagi aku kedalam perutmu.”
Agar aku tak merasakan lagi panasnya udara,
atau matahari yang membara.
Agar aku tak kadung rindu pada angin gunung,
atau keinginan main bersama burung.

Mak, kalau tak bisa kau masukkan lagi aku ke dalam perutmu,
bilangkan saja pada Sang Maulana,
agar aku bisa menjadi bayi lagi.
Menyusu tetekmu yang empuk dan hangat,
dan menangis saat tak ada yang menyumpal mulutku.
Aku bisa berak di celana,
itu bukan bencana.

Aku ingin Mak, tak merasakan kerasnya dunia.
Harus bangun pagi- pagi buta,
lalu mencari kerja.
Istriku minta cerai, Mak,
sudah enam bulan dia tak kunafkahi.

Kembalikan aku Mak,
ke dalam perutmu dan tak usah dilahirkan lagi.

Category: Art  Tags: , , , ,  Leave a Comment

Pergi???

Aku kembali pada kamar berukuran 3×3 Meter itu. Ruangannya ditemani lemari kayu yang lapuk dimakan rayap. Ketika kutarik lacinya, debu putih memenuhihidungku, membuatku terbatuk, dan mengumpat “sialan!”. Kujejalkan kembai laci yang berlubang itu. Dimensinya tak lagi serasi dengan inangnya, kurasa laci itu merasa tak diharapkan lagi. Serbuk kayu tadi menaburi tumpukan bajuku, membuatku berpikir untuk mencucinya lagi, namun kuabaikan. Kualihkan pandangan ke setumpuk pakaian kotor dalam keranjang, kunikmati bentuknya lalu terdiam. Kuambil satu, lalu kukembangkan cuping hidung. Kurenggut oksigen dalam- dalam melalui sela-  sela seratnya. Apak dan kecut, “Acem ih…”, katamu sambil tersenyum. Kurebahkan tubuh sambil kututupi wajahku dengan bantal.

***

Kamu seperti alkohol, nikmat, sedikit pahit saat diteguk, menghangatkan tubuh, dan memabukkan. Membuat aku tertawa saat tidak ada apa- apa dan membuatku menangis saat kau tiada. Aku baru tahu kau luar biasa, saat rokok dan vodka tidak bisa menggantikan kehadiranmu. Kau yang membuatku berhenti, kau yang membuatku memulai lagi. Menyedihkan, aku yang biasanya tahu apa yang akan terjadi pada diriku dalam setengah jam sebelumnya, sekarang, aku terus merenungi masa setengah tahun lalu.  Terlalu malu untuk memintamu kembali, aku sekarat hampir mati. Sekarang bahkan aku tak tahu kau kemana lagi. Mungkin kau ke pantai, atau ke gunung, atau bisa jadi kau di perempatan jalan, meminta- minta, mengamen, menjajakan permen, tahu, dan aqua.

Tiga tahun kau buat aku menderita karena kebersamaan kita. Kalau kau akhirnya pergi juga, kenapa kita ditakdirkan bersua. Ini salah siapa?

Bullying Message

Hari ini saya mendapat sms dari orang yang sama sekali tidak saya kenal. Dia menyamar sebagai pacar saya. Bahkan lebih posesif dari aslinya. Jika saya tidak balas smsnya dalam dua menit, dia akan mengirimkan pesan: “Kenapa kamu ga balas sms aku?”. Sedangkan saya sudah tidak tertarik menghadapi orang- orang seperti ini. Aaah… lain kali saya berjanji pada diri sendiri, tidak akan usil menanggapi sms seperti ini lagi. Ujung- ujungnya?? Dia minta tidur bareng. Tepatnya, dia meniduri saya. Tidur bersama. Oh, don’t even thing that I fulfill his wish.

Hello, I’ve got sex message from someone I don’t know either.
Thank you for the lesson.

Terimakasih Untuk Nada dan Penciptanya

Terimakasih kepada pencipta nada, karena dimana kamu ada, disitu ada cinta. Nada tak pernah lepas dari energi, dunia Sang Bijaksana, dan ketika aku merasa ada nada, pandanganku jadi berwarna. Pencipta nada seharusnya memiliki semesta, bukan mereka yang biasa bicara tentang senjata, atau perampas hak orang jelata. Aku memuja dirimu wahai pencipta nada. Kutemukan imortalitas sejati penikmat alam semesta ketika kugabungkan nada dengan mimpi yang belum menemui realita. Ketika pertama aku mengucap nada, kurasakan getar kimia yang belum pernah kualami sebelumnya. Semua mengandung misteri dan menyangkut hati.

Karena tak pandai aku merangkai kata, kugabung nada menjadi cerita.

Category: Art  Tags: , ,  Leave a Comment

Tobo Begoshi- The Fugitive Lawyer

  • TV Show: The Fugitive Lawyer
  • Romaji: Toubou Bengoshi
  • Japanese: 逃亡弁護士
  • Director: Keita Motohashi, Keiichiro Shiraki, Mineya Tanaka
  • Writer: Yusuke Watanabe, Takehiko Hata, Hideki Tsuyoshi (manga), Yu Takada (manga)
  • Network: Fuji TV
  • Episodes: 11
  • Release Date: July 6 – September 14, 2010
  • Runtime: Tuesdays 22:00
  • Ratings: 9.1% (weekly average)
  • Language: Japanese
  • Country: Japan

Plot

Makoto Narita (Yusuke Kamiji) is a lawyer who is framed for murder, arson, and embezzlement. Knowing he cannot fight the charges without finding the real murderer, Narita escapes from prison. He now becomes a fugitive and is placed on the most wanted list. While searching for the real criminal, Makoto Narita also helps the people he comes across using his legal background.

Ami Ninomiya (Satomi Ishihara) is the daughter of Makoto Narita’s professor and works as a reporter for a weekly magazine. She has feelngs for Makoto Narita

Review:

Lumayan bagus sih, soalnya ceritanya juga agak beda, beberapa terasa berat karena membahas tentang hukum. Tapi seperti kebanyakan cerita dorama Jepang yang suka ‘memakai hati’, dorama ini mengajarkan pada kita agar menjadi penegak hukum yang baik *halah.

Rate: 7.5/10

Category: Dorama  Tags: , ,  Leave a Comment

Mimpi

Tadi malam aku memintamu menginap di apartemenku, hanya sekedar untuk melepas rindu. Kau memang tak tersentuh, bahkan oleh tanganmu sendiri. Aku cukup bahagia melihat kau tertidur pulas di karpet bulu sambil berselimutkan sleeping bag yang biasa kubawa ke gunung. Di udara Jakarta yang sepanas ini, masih saja kau tidak bisa tidur tanpa selimut, walaupun nantinya saat bangun kau akan menemukan dirimu dalam keadaan basah seperti keluar dari kolam renang.

Pukul 3 pagi, waktu yang katanya begitu sakral, aku terbangun oleh mimpi yang menyebalkan. Di mimpiku, tidurku ditemani oleh seseorang laki- laki tak kukenal. Ketika bangun, dia mencium bibirku, lalu kucium bibirnya. Lalu dia tertawa, dia merasa aku miliknya. Harga diriku mati terbawa angin. Cih. Lalu aku berlari mencari kamu, namun kamu tak ada. Kamu hilang. Tawanya terus menggema di telingaku. Aku terbangun.

Saat mataku terbuka, kumelihat langit- langit kamar, lalu samar- samar kurasakan tanganmu memelukku dari belakang. Ternyata kau tak lagi berselimutkan karpet bulu, kau rebut selimutku.

Senyumku mengembang seperti anak kecil yang baru saja dibelikan balon. Ah, semoga tadi tak hanya mimpi. :)

10 Alasan Kenapa Kamu Unfollow Seseorang

  1. Spammer: dikit- dikit iklan, dikit- dikit iklan… iklan sih boleh, tapi dikit- dikit aja… Gak mau kan kalo time line kita diisi sama tweet dia yang nawarin produknya dia terus. Kecuali, kalo kamu mau follow suatu produk yang kamu cari iklan dan promonya.
  2. RT abuser: kalau yang ini sih sebenarnya relatif, ada orang yang biasa- biasa aja kalau ngeliat orang lain pakai RT buat balas tweet dari orang lain. Tapi, kepikiran gak sih sebenernya kita menyia-nyiakan 140 karakter twitter dan kita harus ribet sendiri kalau membalas tweet pakai RT. Dan lagi, balas tweet pakai RT itu oldschool, guys!
  3. Show-off guys: Dia tidak bisa membedakan bagaimana harus menulis status yang update dan pamer
  4. Alay: kalau ini udah jelas bikin mata kita sakit gara- gara nulis GeD3 k3tJiL dicampur angka
  5. Tukang ngeluh: Bayangkan hari kita yang indah ini menjadi tidak menyenangkan karena melihat status orang lain yang selalu mengeluh karena hal sekecil apapun. Entah karena cuaca, kondisi jalan, nilai ujian, bos di kantor, ato bahkan karena ikan peliharaan tetangga. Perlu dong kita didukung status yang bahagia buat jadi mood booster.
  6. Sarcas-nisme : Ini istilah yang saya bikin sendiri sih *penting. Maksudnya sih orang yang suka ngata-ngatain siapapun seenaknya. Sebenarnya orang seperti ini pengecut, karena cuma bisa bicara via twitter. Paling di depan orang lain yang dikata- katain cuman diem aja. Lagian kata- katanya pasti ga enak dilihat.
  7. Mesum-man: kalau ini relatif. Mungkin aja ada orang yang suka follow sesuatu yang mesum. Yaaah…kalau saya sih ga masalah asal dibayar XD
  8. Penghuni dunia galau: Dunia di sekitarnya cuman abu- abu kalau nggak biru. Jarang banget cerah ceria berwarna merah. Seringkali kita ngeliat statusnya dan bilang “Apa sih? Galau melulu deh, gue kan jadi ikut galau!” *ouch
  9. Orang (agak) bodoh: kalau ini biasanya orang yang suka mention artis tapi twitternya di-protek. Dia pikir artisnya bisa baca kalau dia nggak follow lo? Helloww
  10. Orang (agak) aneh: Yang ini suka pake kata- kata teknologi tinggi yang cuma dia yang tahu. Pertamanya sih kita bakal bilang, “Wuiiih, pinter banget nih orang.” tapi lama- lama kita akan bilang “Wiih, aneh banget nih orang, ga pernah ngomong bahasa manusia.”

IMHO, no offense

Category: Et Cetera  Tags: ,  Leave a Comment