Tag-Archive for » art «

Harapanku, Mak…

Katanya aku dewasa sekarang,
namun kubilang kepada Mak,
“Mak,masukkan lagi aku kedalam perutmu.”
Agar aku tak merasakan lagi panasnya udara,
atau matahari yang membara.
Agar aku tak kadung rindu pada angin gunung,
atau keinginan main bersama burung.

Mak, kalau tak bisa kau masukkan lagi aku ke dalam perutmu,
bilangkan saja pada Sang Maulana,
agar aku bisa menjadi bayi lagi.
Menyusu tetekmu yang empuk dan hangat,
dan menangis saat tak ada yang menyumpal mulutku.
Aku bisa berak di celana,
itu bukan bencana.

Aku ingin Mak, tak merasakan kerasnya dunia.
Harus bangun pagi- pagi buta,
lalu mencari kerja.
Istriku minta cerai, Mak,
sudah enam bulan dia tak kunafkahi.

Kembalikan aku Mak,
ke dalam perutmu dan tak usah dilahirkan lagi.

Category: Art  Tags: , , , ,  Leave a Comment

Mimpi

Tadi malam aku memintamu menginap di apartemenku, hanya sekedar untuk melepas rindu. Kau memang tak tersentuh, bahkan oleh tanganmu sendiri. Aku cukup bahagia melihat kau tertidur pulas di karpet bulu sambil berselimutkan sleeping bag yang biasa kubawa ke gunung. Di udara Jakarta yang sepanas ini, masih saja kau tidak bisa tidur tanpa selimut, walaupun nantinya saat bangun kau akan menemukan dirimu dalam keadaan basah seperti keluar dari kolam renang.

Pukul 3 pagi, waktu yang katanya begitu sakral, aku terbangun oleh mimpi yang menyebalkan. Di mimpiku, tidurku ditemani oleh seseorang laki- laki tak kukenal. Ketika bangun, dia mencium bibirku, lalu kucium bibirnya. Lalu dia tertawa, dia merasa aku miliknya. Harga diriku mati terbawa angin. Cih. Lalu aku berlari mencari kamu, namun kamu tak ada. Kamu hilang. Tawanya terus menggema di telingaku. Aku terbangun.

Saat mataku terbuka, kumelihat langit- langit kamar, lalu samar- samar kurasakan tanganmu memelukku dari belakang. Ternyata kau tak lagi berselimutkan karpet bulu, kau rebut selimutku.

Senyumku mengembang seperti anak kecil yang baru saja dibelikan balon. Ah, semoga tadi tak hanya mimpi. :)